Kamis, 23 Februari 2017

Latma Staffex Cobra Gold Tahun 2017 di Thailand

Cobra Gold 2017 (CG17) merupakan kegiatan Latihan Bersama (Latma) multilateral dalam bentuk Multi National Forces (MNF) yang diikuti oleh 7 negara (USA, Thailand, Indonesia, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Jepang) yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan interoperability dalam proses pengambilan keputusan dalam rangka melaksanakan Resolusi Dewan Keamanan PBB (UNSCR).

Hal tersebut dikatakan Deputy Chief of Staff (DCOS) Kolonel Mar R.E. Girsang saat memberikan pengarahan kepada peserta Latihan Staff Exercise (Staffex) di Red Horse Camp, U-Tapao Naval Air Division, Chonburi, Thailand.

Kolonel R.E. Girsang menyampaikan bahwa, peserta Staffex TNI agar mampu menunjukkan kemampuan sebagai world class officer, selain itu juga diharapkan menyerap ilmu dalam proses pengambilan keputusan militer antara lain proses analisa pusat kekuatan lawan dan analisa kekuatan sendiri. Kemudian dikembangkan dalam beberapa cara bertindak dan penentuan cara bertindak yang akan diwujudkan dalam Perintah Operasi. “Di sisi lain kita bisa menilai sampai sejauh mana kapabilitas dan kompetensi Perwira TNI diantara Perwira manca negara peserta latihan,” katanya.

Komponen Staffex terdiri dari C-1 Personel, C-2 Intelijen, C-3 Operation, C-4 Logistic, C-5 Future Plan, C-6 Communication and Electronics, C-7 Teritorial, Medical Officer, Judge Advocate, Public Affair, Army Component, Navy Component, Marine Component, Airforce Component, Special Operations Force, dan Exercise Control Group.

Pelaksanaan Latihan Cobra Gold 2017 berlangsung dari tanggal 14 s.d. 24 Februari 2017 yang diikuti 8.339 peserta dari 7 negara peserta dan negara-negara pengamat yaitu Republik China, India, Brunei, Australia, Bangladesh, Nepal, Uganda, Pakistan, Nigeria, Mongolia, United Kingdom, Sri lanka, Chili, Birma dan United Arab Emirat.

Latihan Bersama Multilateral yang diikuti TNI dalam latihan “Cobra Gold 2017” adalah Staff Exercise, Engineering Civic Action Program (ENCAP), Senior Medical TTX and Symposium, Medical Senior Leader, Symposium Senior Leader Seminar dan Senior Leader Seminar.

TNI mengirimkan 41 peserta terdiri dari Staffex 30 personel, Engineering Civic Action Program (ENCAP) 5 (lima) personel, Senior Medical TTX and Symposium yaitu Letkol Laut (K) dr. Danny Danandjaja, M.Kes dan Letkol (Kes) dr. Veronica Galih Gunarsih. Medical Senior Leader Symposium yaitu Brigjen TNI dr. Asrofi Sueb Surachman, Sp. BP (RE)-K, MARS, dan Kolonel Ckm dr. Nirawan Putranto, Senior Leader Seminar yaitu Waasrena Kasal Laksma TNI M. Ali dan satu personel Liaison Officer (LO) yaitu Letkol Laut (P) Amrin Rosihan Hendratomo, S.E.

Upacara pembukaan Cobra Gold 2017 tanggal 14 Februari 2017 dipimpin langsung Panglima Angkatan Bersenjata Thailand (Chief Defense Force) General Surapong Suwana-Adth, Commander of US PACOM Admiral Harry Harris dan Ambassador Amerika di Thailand Mr. Glyn Travies.

Kabidpeninter Puspen TNI
Letkol Laut (KH) Drs. Edys Riyanto, M.Si.

   Poskota  

[World] More FA-50PH Jet Fighters Arrived

✈ PH Air Force fifth, sixth supersonic jets arrive todayPhilippine Air Force's FA-50PH nos. 005 and 006 upon arrival in Taiwan en route to the Philippines [Han chia ho Peter]

Arrival ceremony for Philippine Air Force’s fifth and sixth South Korea-made FA-50PH “Fighting Eagle” (005 and 006) was conducted today in Clark Air Base, Pampanga. The ceremony started at 11 am. FA-50PH with tail number 005 touched down 11:05 am, while 006 touched down 11:07.

The Philippines has 12-plane order from Korea Aerospace Industries (KAI) worth PHP18.9 billion. FA-50PH aircraft are Mach 1.5 capable.

The 1st and 2nd FA-50PHs arrived in November 2015, while the 4th and 3rd arrived a year after. The remaining six aircraft on order are expected to be delivered within this year.

PAF’s FA-50PHs were recently blooded in combat during the surgical air and artillery strike that wounded Abu Sayyaf Group commander Isnilon Hapilon last January 26.

The FA-50PH has a top speed of Mach 1.5 or one-and-a-half times the speed of sound and is capable of being fitted air-to-air missiles, including the AIM-9 “Sidewinder” air-to-air and heat-seeking missiles, aside from light automatic cannons.

It will act as the country’s interim fighter until the Air Force gets enough experience in operating fast jet assets and budget allocation for more capable fighter aircraft.

  Update  

[World] Japan May Offer Military Trucks to ASEAN

JGSDF military truck [Fujimi]

Japan, trying to enhance defense cooperation with Southeast Asia, wants to offer ASEAN nations second-hand transport vehicles from its Ground Self Defense Force.

The government plans to pass a bill during the current Diet session that would allow Japan to donate defense equipment to foreign partners.

Japan wants to talk with recipient countries -- such as the Philippines, Vietnam, Thailand, Malaysia and Indonesia -- as early as this summer.

The Association of Southeast Asian Nations is a 10-member bloc.

The vehicles would likely be trucks and dump trucks that can handle rough terrain.

The government is also considering whether to send SDF troops to the recipient countries so they can train their ASEAN counterparts on handling the vehicles.

Japan had effectively banned arms exports, but in 2014 greatly relaxed the restriction by adopting three principles on the transfer of defense equipment and technology.

The relaxation did not cover donations of equipment -- something the government now wants to do.

China has long provided free secondhand military vehicles to ASEAN members in an apparent effort to increase its influence.

  ⚓️ Nikkei  

Rabu, 22 Februari 2017

Gaet Abu Dhabi, PT PAL Penetrasi Pasar Global

https://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2016/05/16/40/1108939/tarlac-buatan-indonesia-jadi-kapal-perang-terbesar-filipina-peA.jpgKapal SSV Filipina buatan PT PAL [def.pk]

PT PAL Indonesia, perusahaan galangan kapal terkemuka Indonesia, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Abu Dhabi Ship Building (ADSB), perusahaan penyedia konstruksi dan layanan perbaikan untuk kapal angkatan laut, militer, dan komersial di Timur Tengah.

MoU itu ditandatangani kedua perusahaan disela Naval Defence Exhibition and Conference (NAVDEX) 2017, bagian dari International Defence Exhibition and Conference (IDEX) yang diadakan di Abu Dhabi dari tanggal 19 hingga 23 Februari ini.

Kedua perusahaan akan berkolaborasi dan menggabungkan kemampuan dan sumber daya untuk menciptakan peluang dalam bisnis galangan kapal, pemeliharaan, perbaikan, dan pemeriksaan armada laut untuk Indonesia dan Uni Emirat Arab pada produk unggulan seperti Fast Patrol Boat, Strategic Sealift Vessel dan Light Frigate, demikian keterangan KBRI Abu Dhabi yang diterima Antara London, Selasa (21/2).

CEO dari Abu Dhabi Ship Building, Dr Khaled Al Mazrouei mengatakan Abu Dhabi merasa bangga mampu berperan pada penataan jaringan global dari mitra strategis dari berbagai negara.

"Kemitraan kami dengan PT PAL merupakan salah satu pilihan yang cermat atas keahlian, pengetahuan dan reputasi mereka pada kapal angkatan laut, militer dan komersial. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut untuk pelayanan yang lebih baik pada pelanggan kami dimasa depan dan untuk kemajuan hubungan bilateral antara UEA dan Indonesia," ujar Dr Khaled Al Mazrouei.

Sementara itu Direktur Utama PT PAL Indonesia Muhammad Firmansyah Arifin mengatakan bahwa hal ini merupakan strategi perusahaan untuk memperluas pengembangan bisnis di pasar internasional. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat jaringan global dan memperluas sinergi dengan mitra strategis global.

"Dengan adanya kesamaan dalam portofolio bisnis di bidang industri pertahanan, kemitraan dengan Abu Dhabi Ship Building diyakini akan menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan di kedua belah pihak," ujarnya.

Dubes RI Husin Bagis mengatakan sesuai dengan misi KBRI untuk meningkatkan nilai dagang antara Indonesia dan UEA, ekspor produk-produk teknologi pertahanan yang sudah ternama di dunia, kompetitif dan unggul adalah salah satu cara untuk mencapai hal tersebut.

"Selain itu, saya merasa hubungan yang semakin erat antara Jakarta dan Abu Dhabi jelas terlihat dari perdagangan produk-produk teknologi pertahanan," lanjut Duta Besar RI Husin Bagis.

Sebelumnya, PT PAL Indonesia dan IGG-PEA menandatangani joint agreement di bidang pemasaran global. Sebagai implementasi dari strategi untuk meningkatkan jaringan global, PT PAL Indonesia ingin membangun kemitraan dan menjadi bagian dari IGG, penyedia sistem pertahanan dan keamanan yang unggul untuk lebih dari 80 negara, termasuk Amerika Serikat.

  ⚓️ Kontan  

Koarmatim Uji Tempur Kapal Perang PAL

KRI REM 331 [Damen]

Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) menguji tempur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Raden Eddy Martadinata 331, yang merupakan armada perang terbaru hasil produksi industri galangan kapal Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT PAL Indonesia.

Uji tempur berlangsung di Dermaga Madura Koarmatim, Ujung, Surabaya, Selasa, dengan menekankan latihan peperangan pada Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) di atas KRI Raden Eddy Martadinata 331.

"Prajurit KRI Raden Eddy Martadinata 331 merupakan unsur terbaru milik TNI Angkatan Laut," terang Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Timur (Kasarmatim) Laksamana Pertama TNI I.N.G. Ariawan, di sela latihan.

Ariawan menjelaskan, KRI Raden Eddy Martadinata 331 merupakan kapal perang jenis Perusak Kawal Rudal (PKR) 10514.

"KRI Raden Eddy Martadinata 331 merupakan salah satu kapal perang jenis PKR pesanan Kementerian Pertahanan RI yang pembuatannya dipercayakan kepada PT PAL Indonesia," ujarnya.

Dalam pembuatannya, PT PAL Indonesia bekerja sama dengan Dutch Shipbuilder Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) asal Belanda.

"Hari ini kita lakukan uji tempur, dengan melakukan latihan pengendalian peperangan yang dilaksanakan dari Pusat Informasi Tempur (PIT) KRI Raden Eddy Martadinata 331," terang Ariawan.

Kolonel Laut (P) Agam Endrasmono dipercaya sebagai pengendali peperangan dalam latihan tempur di atas KRI Raden Eddy Martadinata 331, dengan materi latihan peperangan udara dan peperangan atas air.

Tampak sejumlah perwira turut menyaksikan jalannya latihan tempur KRI Raden Eddy Martadinata, di antaranya Irarmatim Kolonel Laut (T) Amrein, Asrena Pangarmatim Kolonel Laut (P) Rony Saleh, Asintel Pangarmatim Kolonel Laut (P) Arif Sumartono, dan Komandan Kolatarmatim Kolonel Laut (P) Octavianus Budi Susanto.

Ariawan mengaku puas dengan pelaksanaan latihan tempur pada armada kapal terbaru buatan PT PAL itu. Dia berpesan kepada seluruh prajurit KRI Raden Eddy Martadinata agar merawat kapal dengan baik.

"Kepada seluruh prajurit KRI Raden Eddy Martadinata 331 agar lebih meningkatkan latihan dan profesionalisme. Gali potensi diri untuk memberikan kemampuan terbaik guna menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tuturnya.

  ⚓️ Antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...