Sabtu, 20 Januari 2018

TNI AU Akan Aplikasikan Konsep Perang UCAV

✈️ Pentak Lanud Supadio dan Skadron 51 [TNI AU]

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, mengungkapkan bahwa proyeksi pembangunan kekuatan TNI Angkatan Udara (AU) diarahkan untuk dapat mencapai air supremacy dan air superiority.

Menurut Hadi, sasaran yang ingin dicapai adalah kekuatan pemukul udara strategis, untuk menghadapi dua trouble spots dalam bentuk komposit, yang berisi pesawat-pesawat tempur multi-role dari generasi empat setengah.

Marsekal Hadi Sematkan Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama kepada 10 Pati TNI AU Hadi mengatakan, bahwa pembangunan TNI AU juga diarahkan pada kemampuan mobilitas serta proyeksi kekuatan pada lingkup nasional, regional, dan global.

"Sistem pertahanan udara juga akan diintegrasikan dengan matra lainnya dalam suatu jaringan bertempur atau Network Centric Warfare. Pada pembangunan kekuatan selanjutnya, juga akan mengaplikasikan konsep berperang dengan Unmanned Combat Aerial Vehicles (UCAV) yang berbasis satelit," ungkapnya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/1).

Hadi mengingatkan, tantangan tugas TNI AU ke depan tidaklah semakin ringan, bahkan bisa semakin sulit. Namun dengan kebersamaan, seluruh prajurit TNI AU akan mampu melaksanakan tugas dengan baik dalam menegakkan kedaulatan, menjaga keutuhan wilayah dan melindungi segenap bangsa.

"Kita harus bertekad membangun tentara yang profesional, disiplin, militan dan rendah hati, melalui profesionalisme, disiplin dan militan, menjadikan TNI hebat dalam segala medan tugas," ujarnya.

  ✈️ Akurat  

2 WNI Bebas dari Kelompok Abu Sayyaf

Segera DipulangkanIlustrasi

Dua WNI yang disandera oleh kelompok militan Abu Sayyaf di Sulu, Filipina Selatan, sudah bebas. Pihak Kementerian Luar Negeri RI berkoordinasi untuk pemulangan dua WNI tersebut ke Tanah Air.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan BHI Kemlu Lalu M Iqbal mengatakan dua WNI tersebut bebas pada Jumat (19/1) pukul 19.30 waktu setempat. Kedua WNI tersebut, yakni La Utu bin Raali dan La Hadi bin La Adi, merupakan nelayan asal Wakatobi.

"Pada Jumat, 19 Januari 2018, sekitar pukul 19.30 waktu setempat, 2 WNI telah bebas dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf di Sulu, Filipina Selatan," kata Iqbal dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/1/2018).

Kedua nelayan WNI tersebut diculik oleh kelompok ASG dari dua kapal ikan yang berbeda pada 5 November 2016 di perairan Kertam, Sabah, Malaysia.

"Wakil KJRI Davao dan KBRI Manila telah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk proses pemulangan kedua WNI tersebut," sambungnya.

Saat ini, lanjut Iqbal, La Utu dan La Hadi berada di pangkalan Joint Task Force di Sulu, Filipina Selatan. Jika cuaca memungkinkan, direncanakan Sabtu (20/1) siang ini keduanya akan diterbangkan dengan helikopter ke Zamboanga untuk diserahterimakan kepada Konjen RI Davao, mewakili Pemerintah Indonesia.

"Keduanya akan segera dipulangkan ke Indonesia setelah melalui pemulihan dan setelah mendapatkan exit clearance dari imigrasi Filipina," ujar Iqbal.

Iqbal menjelaskan, pada 8 November 2016, tiga hari setelah kejadian penculikan dua WNI itu, Menlu RI Retno Marsudi melakukan kunjungan ke Pelabuhan Sandakan, Sabah, Malaysia, guna bertemu dengan istri kedua korban serta ratusan nelayan Indonesia lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, Retno menyampaikan komitmen pemerintah akan berupaya membebaskan keduanya.

"Sejak kejadian, Kemlu terus berkomunikasi dengan keluarga menyampaikan perkembangan upaya pembebasan," jelas Iqbal. (jor/fdn)

  ✈️ detik  

Dua F-16 Hibah AS Akhirnya Tiba

✈️ Di Lanud Iswahjudi✈️ Dua F-16 Hibah AS [TNI AU]

Setelah tertunda dua kali, dua sisa pesawat F-16 hibah Pemerintah Amerika Serikat akhirnya tiba di Lanud Iswahjudi Magetan, Jawa Timur, Kamis (18/1/2018) siang.

Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI Samsul Rizal yang dikonfirmasi di sela-sela acara penandantanganan sinergi BUMN pengadaan sarana LRT Jabodebek di PT INKA Madiun, Kamis (18/1/2018) siang, membenarkan datangnya sisa dua pesawat F-16 kloter terakhir bantuan Pemerintah AS. Kedua pesawat tempur F-16 bernomor TS 1628 dan TS 1634 tepat mendarat di Lanud Iswahjudi pukul 11.28 WIB.

Dengan hadirnya dua pesawat kloter terakhir, maka total pesawat tempur F-16 bantuan pemerintah AS sebanyak 24 unit. Nanti pembagiannya 12 untuk skadron tiga Lanud Iswahjudi dan 12 di Lanud Pekanbaru,” kata Samsul.

Samsul mengatakan, kedatangan dua pesawat itu sempat tertunda dua kali karena persoalan teknis. Persoalan pertama terjadi pada mesin pesawat dan selanjutnya masalah pesawat tanker pengisi bahan bakarnya.

Awalnya hanya persoalan mesin di pesawat. Namun setelah bergerak ada masalah di pesawat tanker pengisi bahan bakarnya. Pasalnya perjalanan Hawaii-Ghuam memakan waktu tujuh hingga delapan jam sehingga membutuhkan pengisian bahan bakar di udara hingga tiga kali,” ungkap Samsul.

  ✈️ Kompas  

Indonesia Puts KC-46A Pegasus, Airbus A330 in Frame for Aerial Tanker Requirement

Boeing KC-46A Pegasus based on Boeing 767. Indonesia is studying the Boeing KC-46A, and the Airbus A330 MRTT to improve its aerial refuelling capabilities. Programme is expected to be the next major logistics aircraft acquisition undertaking after the Airbus A400M [Boeing]

The Indonesian Air Force (Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Udara) has begun a study to expand the service’s aerial refuelling capabilities, with a view on establishing a formal acquisition programme for two airframes by 2024, a TNI-AU official told Jane’s on 18 January.

The aircraft types that are being compared in this study are the A330 multirole tanker-transport (MRTT) from Airbus, and what the Indonesians allude to as a militarised version of the Boeing 767 tanker, in reference to the KC-46A Pegasus.

Issues that will be scrutinised in the study include suitability for Indonesian operational requirements, compatibility of refuelling methods with the TNI-AU’s fleet of aircraft, interoperability with existing and future assets, and life-cycle costs.

Also to be considered are possible local and foreign funding options that can be tapped upon, and potential for transfer-of-technology arrangements with local companies such as state-owned aircraft manufacturer PT Dirgantara Indonesia (PTD), said the TNI-AU official.

A completion of this study will then pave the way for a definition of programme parameters, and the TNI-AU is expected to launch a formal acquisition programme, and funding request from the Indonesian Ministry of Defence, in the 2020–24 timeframe.

Prior to June 2015, the TNI-AU operated a fleet of two pod-equipped KC-130Bs, which were delivered in the early 1960s. One of these aircraft crashed in Medan on 30 June of that year after developing engine troubles, and since then the TNI-AU has had to rely on a single airframe of the type for its aerial refueling needs. The sole KC-130B is currently stationed with the TNI-AU’s Aviation Squadron 32 at the Abdul Rachman Saleh airbase in Malang.
 

  IHS Jane  

Jumat, 19 Januari 2018

Tim VBSS Lantamal X Gagalkan Penyelundupan Senjata

Dari PNG Menuju JayapuraTim VBSS membawa bersama terduga penyelundup senjata

Dua unit Sea Rider dengan Tim VBSS (Visit Board Search Seizure) Lantamal X terpaksa melumpuhkan pergerakan dan menangkap speed boat warna putih list kuning yang dikendarai oleh orang tak dikenal (OTK) dari PNG karena tidak menghiraukan isyarat bendera dan komunikasi dan berusaha melarikan diri dari pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim VBSS Lantamal X. Selasa, (16/01/2018).

Berdasarkan informasi dari Intelejen diperoleh laporan bahwa ada speed boat yang dikendarai oleh OTK melalui jalur laut sedang melakukan penyelundupan senjata dari PNG menuju Jayapura.

Setelah mendapatkan perintah dari Dansatgas Ops. Pamtas Letkol Laut (P) Nouldy J Tangka, Wadan Ops. Pamtas Mayor Laut (P) Alpirut Musa Samban langsung memerintahkan dua unit Sea Rider untuk melakukan pengejaran dan penangkapan. Kedua unit Sea Rider melaksanakan penembakan peringatan kepada speed boat yang menjadi target operasi, akan tetapi tetap melaju dengan kecepatan tinggi akhirnya kedua unit Sea Rider melaksanakan penembakan kearah buritan speed boat yang menjadi target operasi dan mengenai bagian motor tempel dan salah satu orang di speed boat sehingga membuat speed boat mengurangi kecepatannya.

Sea Rider berhasil melumpuhkan pergerakan dan menangkap speedboat yang menjadi target operasi tim VBSS Satkamla Lantamal X melaksanakan peran pemeriksaan dan penggeledahan di speed boat tersebut. Dari hasil pemeriksaan dan penggeledahan tim VBSS menemukan 3 pucuk senjata SA VZ dan tiga orang yang diduga OPM dengan salah satu orang terluka karena terkena tembakan. Kemudian Wadan Satgas Ops. Pamtas memerintahkan untuk melakukan pengawalan speed boat beserta tiga personil dan barang buktinya ke Dermaga Porasko Satkamla Lantamal X untuk menjalani pemeriksaan oleh Tim Intel Satgas Pamrahwan untuk selanjutnya diserahkan kepada Pomal untuk diperiksa lebih lanjut.
 

  TNI  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...