Rabu, 26 Juli 2017

DPR Setuju Tambah Anggaran Kemenhan Rp 5,4 triliun

Penambahan anggaran RAPBN-P 2017Sejumlah KRI TNI AL patroli keamanan laut [Ardian098] ★

DPR
menyetujui penambahan anggaran Kementerian Pertahanan di RAPBN-P 2017 sebesar Rp 5,4 triliun. Jumlah anggaran itu akan dibagi untuk 3 matra TNI, yakni Angkatan Darat, Laut dan Udara, Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI.

"Jadi APBN-P kita mendapatkan tambahan, Kemenhan harusnya nih yang ngomong, Rp 5 triliun 441 miliar, di bagiin Kemenhan Rp 1 triliun lebih, AD Rp 1 triliun lebih setiap angkatan Rp 1 triliun lebih," kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/7).

Gatot menjelaskan alokasi anggaran itu akan digunakan untuk penguatan daerah perbatasan, penyiapan alutsista, pengamanan daerah rawan konflik hingga pengadaan, perlengkapan, dan pemberantasan korupsi.

"Ya kan macam-macam, penguatan daerah perbatasan‎ kemudian pulau terluar sarana dan prasarana daerah perbatasan tersebut, kemudian masalah penyiapan alutsista, dan perlengkapan pemberantasan teroris kemudian pengamanan daerah rawan perbatasan," terangnya.

Lebih lanjut, Gatot menyebut tambahan anggaran Rp 5,4 triliun itu tidak cukup untuk pengadaan alutsista TNI.

"Enggak, mau bicara alutsista bagaimana anggarannya cuma segitu," pungkasnya.

  Merdeka  

Ketika TNI AD Menjatuhkan Pilihan Pada M109A4BE

Sebanyak 20 unitM109A4BE pesanan TNI AD [def.pk] ★

TNI
terus giat membangun kekuatan artilerinya seiring dengan kedatangan M109A4BE di Jakarta. Sekedar menyegarkan ingatan, kabar bahwa TNI AD akan membeli M109A4BE mulai terendus ketika rombongan Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed) melakukan peninjauan ke Belgia pada April 2016 untuk melihat demo dari sistem meriam howitzer swagerak/ Gerak Sendiri (GS) M109A4.

Akhirnya muncul konfirmasi bahwa TNI akan kebagian 20 unit sistem legendaris tersebut. Kepastian itu datang dari Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2017 yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan dan bagiannya disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam Pidato Kenegaraan di hadapan DPR/MPR tanggal 16 Agustus 2016.

Fokus TNI AD untuk memodernisasi dan memperkuat artileri telah nampak dari akuisisi sejumlah alutsista seperti pengadaan 37 unit howitzer 155mm berbasis truk Nexter CAESAR dan kendaraan pengarah artilerinya yang memperkuat 2 batalyon di Yonarmed 9 Pasopati di Sadang, Purwakarta dan Yonarmed 12 Angicipi Yudha di Ngawi, Jatim.

Pengadaan besar lainnya adalah 36 unit sistem peluncur roket ASTROS II Mk6 dari Brazil yang menjadi inti dari 2 batalyon, Yonarmed 1/Roket Ajusta Yudha di Malang dan Yonarmed 10/Roket Brajamusti di Bogor. Pengadaan sistem artileri modern ini jadi kebutuhan mengingat wilayah geografis Indonesia yang sangat luas dan berkontur.

Belgia sendiri dalam rencana efisiensi anggaran dan kekuatan sudah memensiunkan 64 unit M109A4 dan menggantinya dengan sistem Pzh-2000 buatan Jerman, sehingga Indonesia bisa membeli 20 diantaranya. Belgia sendiri tercatat membeli 127 unit M109A2 lalu menyempurnakannya ke standar M109A4BE. M109A4 sendiri merupakan iterasi keempat dari sistem M109 buatan Amerika Serikat yang pertama kali keluar pada tahun 1963.

AS sendiri menggantikan sistem M126 dengan sistem M109 dalam format sistem meriam yang dipasang pada sasis berpenggerak roda rantai. Sasis yang digunakan sama dengan sasis tank lintas udara M551 Sheridan yang digerakkan oleh mesin Detroit Diesel 6V63T berdaya 300hp.

M109 memiliki kecepatan maksimal sampai 56km/jam dan jarak tempuh 349km, sehingga mampu mengimbangi gerak manuver lapis baja dan memberikan perlindungan yang memadai untuknya. Awak dari M109A4 berjumlah empat orang: komandan seksi, juru tembak, asisten juru tembak, pengemudi, dan 2 pengisi.

Meriam andalan dari M109A4 sendiri adalah sistem meriam M185 L/39 yang digunakan sejak varian M109A2. Meriam ini memiliki jangkauan sampai 18km dengan munisi 155mm konvensional, atau 23,5km apabila menggunakan RAP (Rocket Assisted Projectile).

Apabila dibutuhkan, M109A4 juga dapat ditembakkan lurus (direct fire) dengan amunisi HEAT (High Explosive Anti Tank) untuk menghadapi ancaman lapis baja. Kecepatan tembak maksimalnya mencapai 4 peluru per menit, yang dapat dipertahankan selama 3 menit. Sistem pengoperasiannya menggunakan moda recoil yang diredam dengan peredam kejut hidrolik.

Kubah pada M109A4 sendiri dioperasikan dengan sistem hidrolik yang dapat berputar 360o. Pada M109A4 juga diperkenalkan sistem proteksi Nubika berupa filter dan dekontaminan untuk kubah dan juga sasis, plus kit seragam MOPP anti Nubika untuk awaknya.

Peningkatan lain dari versi sebelumnya adalah penggunaan alternator 180ampere yang lebih besar untuk meningkatkan keandalan starter terutama dalam iklim dingin dan tropis, sehingga meningkatkan keandalan operasionalnya. Untuk senjata pengamanan, tersedia sepucuk M2HB 12,7mm untuk anti infantri dan anti helikopter.

Menyimak dari 20 unit M109A4 yang akan dibeli, sudah jelas bahwa TNI AD akan menempatkannya di satu batalion saja. Mengenai batalion yang akan dipilih, belum jelas memang yonarmed mana yang akan kebagian. Namun mengingat bahwa salah satu fokus yang menguat adalah pengamanan ibukota, besar kemungkinan bahwa M109A4BE tersebut akan dibeli dan ditempatkan ke salah satu Yonarmed yang ada di Jakarta. [Aryo N]

  ARC  

TNI AU Gunakan Drone

Perkuat Pengawasan Perbatasan Ilustrasi drone TNI AU [indomiliter]

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menempatkan pesawat tanpa awak (drone) di wilayah perbatasan untuk memperkuat pengawasan.

Kedua pesawat drone tersebut ditempatkan di Pulau Natuna perbatasan Indonesia dengan Laut China Selatan dan Kota Tarakan, Kalimantan Utara perbatasan RI-Malaysia.

Komandan Pangkalan TNI AU Kota Tarakan, Kolonel Pnb Didik Kristyanto di Tarakan melalui pesan tertulisnya, Selasa mengatakan, penguatan pengawasan pertahanan udara NKRI di wilayah perbatasan atau pulau terluar sudah menjadi instruksi Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Instruksi yang diterima sejak sebulan lalu, kata dia, sebagai bentuk antisipasi ancaman dari luar yang masuk melalui pintu perbatasan dengan negara lainnya. TNI AU juga menempatkan pesawat drone di Lanud Tarakan untuk dioperasikan mengawasi wilayah udara perbatasan dengan Malaysia.

Penempatan pesawat drone di Lanud Tarakan membuktikan, daerah itu menjadi pangkalan Aju secara otomatis meningkatkan operasi pengawasan perbatasan yang signifikan.

Untuk mendukung maksimalisasi pengoperasian pesawat drone itu, TNI AU bekerja sama dengan Pemkot Tarakan membuat masterplan pembangunan fasilitas pertahanan.

Hanya saja, jumlah personil masih kurang dimana saat ini baru 30 persen dari jumlah kebutuhan yang sebenarnya. Pesawat drone di Kota Tarakan itu memiliki kemampuan terbang selama 24 jam hingga 36 jam dengan jangkauan hingga 2.000 kilo meter.

  Republika  

Pemesanan Satu Unit Kapal Selam Midget

Dari Palindo Marine Shipyard https://2.bp.blogspot.com/-mZdopczlHSk/WXgn2yVlr9I/AAAAAAAAKjw/7j9RzIKXRfIStnAmRXwEzaKx9RKjbxh7ACLcBGAs/s1600/20258159_Midget%2Bsubmarine%2BPalindo.jpgDesain midget submarine [Palindo]

Kementrian Pertahanan melakukan pemesanan satu unit kapal selam kelas menengah (Midget-submarine) kepada PT PALINDO MARINE SHIPYARD Batam. Konstruksi hull/lambung kapal akan dimulai pada September 2017 dan instalasi pada tahun 2018.

Pembuatan kapal selam ini merupakan kerjasama Balitbang Kementerian Pertahanan bersama dengan Palindo Marine, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya dan Balai Teknologi Hidrodinamika-BPPT.

Kapal dengan panjang 22m dan lebar 3m ini dirancang untuk sanggup menyelam hingga kedalaman 150m, kecepatan maksimal di air adalah 10 knot, baik ketika sedang menyelam atau di permukaan air. Kapal mempunyai endurance selama 6 hari, kapal dapat melaksanakan regenerasi udara selama 3 hari tanpa melakukan snorkeling. Berat total kapal saat menyelam adalah 127,1 ton.

Badan kapal selam akan menggunakan bahan baja HY-80 22mm, ini merupakan jenis high-tensile alloy steel yang biasa digunakan untuk membuat badan (hull) kapal selam. Khusus untuk bahan baja ini akan minta kesediaan PT. Krakatau-Posco (joint venture antara PT Krakatau Steel dan Posco Korea) untuk memasoknya.

Support our Navy, support our Submarine Force!!!
"Jalesveva Jayamahe, Wira Ananta Rudira"

  ★ Facebook  

[World] Vietnam confirms order of Russian T-90 tanks

A Russian T-90S MBT fitted with Shtora defensive aids suite. [Uralvagonzavod ] ★

V
ietnam has ordered 64 T-90S/SK main battle tanks (MBTs) from Russia, state-run news agencies in Hanoi confirmed on 21 July.

The reports, which cited comments from Russian defence officials who were speaking at a press conference at the MAKS-2017 aerospace exhibition in Moscow, said that the acquisition will be funded by credit provided by Moscow.

Jane’s first reported in early July that Russian tank manufacturer UralVagonZavod revealed in its annual report that it had secured an order from Vietnam for the T-90S/SK MBTs. The T-90S is the basic export model, while the 'K' postfix is a reference to command versions.

The value of the T-90 deal was not disclosed but is thought to be about USD250 million. The investment represents the first major order of new MBTs that the Vietnam People’s Army (VPA) has secured for many years. Investment over the past decade and more has been firmly focused on modernising the Vietnamese navy and air force.

In addition to the MBTs, the reports said Vietnam is also positioned to procure from Russia four S-400 Triumf missile systems to boost surface-to-air missile capability and MiG-35 multirole combat aircraft to replace the Vietnam People’s Air Force’s (VPAF’s) MiG-21 fighters, which are now thought to have been retired.

The number of Su-35s that the VPAF is looking to procure was not revealed, although the service previously operated more than 30 MiG-21s and is known to require significant additional numbers of fighter aircraft to enhance air combat capability.

To support these purchases and others, the state news agencies in Hanoi reported that Russia’s defence industry is looking to expand its presence in Vietnam.

  IHS Janes  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...