Jumat, 31 Oktober 2014

Soal Penyelesaian Konflik, Indonesia Bisa Belajar dari Rwanda

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan Indonesia bisa belajar dari pengalaman Rwanda sebagai negeri yang pernah konflik. Sebagai negara yang terkenal karena konfliknya, Rwanda bisa menyelesaikan konflik dengan baik.

"Rwanda itu terkenal karena konflik tapi dia bisa selesaikan dengan baik," kata Jusuf Kalla setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Rwanda, Paul Kagame di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (31/10/2014).

Indonesia, menurut dia, juga bisa belajar dari Rwanda, bagaimana menyelesaikan sebuah konflik dan membuat kemajuan setelah konflik itu.

"Makanya kita buat hubungan tetangga lebih baik dari Afrika Timur," tutur Jusuf Kalla.

Namun JK tak menjelaskan lebih lanjut apakah pernyataannya merupakan sindiran terhadap konflik yang saat ini terjadi di parlemen.

Kemarin, JK sempat mengomentari konflik di parlemen yang berujung pembentukan DPR tandingan oleh Koalisi Indonesia Hebat. Menurutnya, konflik di parlemen harusnya diselesaikan dengan cara musyawarah.

"Saya kira itu hanya bersifat situasional. Ya tentu harus dimusyawarahkan penyelesaiannya," ungkapnya.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu yakin pihak DPR bisa menyelesaikan persoalan tersebut. "Kita minta diselesaikan lah secara musyawarah, pasti bisa," katanya.

  ★
sindo  

Kemenhan Gandeng Turki Bikin Medium Tank

Ilustrasi Tank Medium Pindad

Kementerian Pertahananan (Kemenhan) telah menyelesaikan draft kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Turki terkait pengembangan sejumlah teknologi alat utama sistem senjata (alutsista). Project Agreement (PA) antara kedua pemerintah itu pun akan segera ditandatangani oleh perwakilan kedua negara.

Dirjen Potensi Pertahanan Kemenhan, Timbul Siahaan, mengungkapkan, tiga pekan lalu delegasi Indonesia telah berangkat ke Turki untuk menyelesaikan draft project agreement (PA), khususnya dalam hal pembuatan dan design medium tank.

PA itu tinggal ditandangani pada pekan depan, bertepatan dengan gelaran Indo Defense 2014. "Nantinya Project Aggrement itu akan ditandatangani di sela-sela event Indo Defense 2014 pada tanggal 7 November yang akan datang," kata Timbul di kantornya, Jumat (31/10).

Sedangkan untuk pelaksana proyek tersebut, lanjut Timbul, pemerintah akan mendorong proyel ini untuk dikerjakan oleh PT Pindad. Kemudian PT Pindad akan menjalin kerjasama dengan FNSS, salah satu perusahaan bergerak secara khusus di bidang design, manufaktur, dan penyuplai kendaraan-kendaraan tempur.

Tidak hanya itu, Kemenhan juga sebelumnya telah menjalin kerjasama dengan pemerintah Turki menyangkut alat komunikasi di perbatasan. Sebagai pelaksana teknis, PT Len (Persero) telah berkerjasama dengan salah satu perusahaan asal Turki, ASELSAN.

"Kerjasama itu sudah berjalan dan kini kita tinggal mengawasi pola kerjasama antara kedua perusahaan tersebut," kata doktor lulusan Universitas Brawijaya itu.

  ★ republika  

Kunjungan Menlu Jerman dan Isu Tank Leopard

Rencana kunjungan Menteri Luar Negeri Jerman Frank Walter Steinmeier ke Indonesia menimbulkan pertanyaan. Apakah pemerintah akan membeli produk militer berupa Tank Leopard dari Berlin lagi?

Duta Besar Jerman untuk Indonesia Georg Witschel menjawab pertanyaan itu dengan tegas. "Soal itu, tidak masuk dalam agenda nanti," kata Witschel saat memberikan keterangan pers di kantornya, Kamis, 30 Oktober 2014.

Witschel menambahkan bahwa pembelian tank dan sejenisnya, bukan interaksi dagang antara pemerintah Jerman dan Indonesia. "Itu adalah interaksi dagang antara pemerintah Indonesia dengan perusahaan di Jerman."

Akan tetapi, Witschel menyebut Jerman siap memfasilitasi pemerintah Indonesia untuk interaksi dagang dengan perusahaan di negeri yang dipimpin oleh Angela Merkel ini jika diminta.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia pernah menuai kritik karena membeli Tank Leopard dari Jerman. Pembelian itu dilakukan Kementerian Pertahanan dari perusahaan swasta Jerman bernama Rheinmettal.

Nilai kontrak pembelian tank berat itu dinilai cukup fantastis, yakni kurang lebih US$ 280 juta (sekitar Rp 3,4 triliun). Pembelian tank, yang per unitnya seberat 63 ton, ini juga sudah dilengkapi dengan kesepakatan transfer teknologi yang diteken November 2012.

Sebagian kalangan menilai pembelian tank Leopard ini hanya menghamburkan duit negara karena dianggap tidak sesuai dengan medan di Indonesia. Isu ini juga muncul pada saat debat calon presiden pada 22 Juni 2014 lalu seperti diungkap Joko Widodo, yang saat itu salah satu kandidat calon presiden.

Saat itu, Jokowi menyatakan main-battle tank jenis Leopard bisa merusak jalan dan jembatan lantaran bobotnya yang sangat berat mencapai 62 ton. Jokowi menilai Leopard tak cocok digunakan di Indonesia.

Kementerian Pertahanan telah menguji coba tank ini di sejumlah jalan di pulau Jawa. Dan menurut pejabat kementerian, tank ini bisa digunakan.
Penjualan Senjata Bukan Agenda Menlu Jerman ke Jakarta Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier dijadwalkan akan menyambangi Indonesia pada 2 - 3 November 2014. Dalam kunjungan ini, diperkirakan Jerman akan merundingkan kemungkinan penjualan senjata ke Indonesia.

Namun, isu tersebut dibantah Duta Besar Jerman untuk Indonesia Georg Wistchel. Menurut dia, di Jakarta nantinya Steinmeier hanya membahas perdagangan, investasi dan pengembangan, pendidikan dan kebudayaan, sains dan teknologi, lingkungan, perubahan iklim, kehutanan dan energi yang terbarukan.

"Kami bukan penjual senjata yang bisa menawarkan senjata dengan mudah," sebut Wistchel di Jakarta, Kamis (30/10/2014).

Wistchel menjelaskan, pemerintahnya hanya mau menjual senjata bila ada pemesanan dari Pemerintah Indonesia, kepada perusahaan pemproduksi senjata di negaranya. Bukan dilakukan antar pemerintah.

"Kita pahami isu pembelian senjata persoalan sensitif dan akan dikritik karena menyangkut isu penegakkan hak asasi manusia (HAM). Namun, Indonesia adalah negara demokrasi, sehingga pembelian peralatan militer apa pun, tentu diputuskan bersama," tambah dia.

Walau begitu, ditegaskan Wistchel, sekali lagi izin membeli senjata kepada Jerman tidak akan dikeluarkan dengan gampang. Negeri Panser tersebut masih harus melihat kondisi keamanan Tanah Air, sebelum mengeluarkan izin tersebut.

Isu penjualan senjata pertama kali dikeluarkan kantor berita Jerman DW dalam artikelnya pada 8 Mei 2013. Diberitakan, Perusahaan senjata Rheinmetall memperoleh izin untuk mengekspor 104 tank jenis Leopard 2 ke Indonesia.

Persetujuan itu juga meliputi 10 tank tempur lain, antara lain tank untuk pegunungan, dan 50 kendaraan lapis baja jenis Marder 1A3.

  ★
Tempo | Liputan 6  

Bangladesh Navy has ordered 18 High Speed Patrol Boat from Indonesia

This is the First Time Bangladesh is buying military items from Indonesia. These Ships may be used for Coast guard

These 18 Boats will cost $6 Million altogether.There is a possibility to get Technology Transfer. X12 High Speed ​​Patrol Boat :

Length : 11.7 meters
Beam : 3.54 meters
Speed : 35 knots

After the Navy ordered ships in the form of advanced fast ship missiles Trimaran, this time turn the Bangladesh Navy ordered 18 coast guard as a complementary tool to the security of the country one of the shipbuilding industry in Banyuwangi, namely PT Lundin Industry Invest.

This was revealed by Commodore Syed Yahya, Deputy Director General of Bangladesh Coast Guard, during a visit in Banyuwangi, on Tuesday (10/28/2014). He explained that the ship industry in Banyuwangi chosen because it is considered to have advanced technology that is not owned by many similar industries in other countries.

"Here, ships are manufactured using the fiber is strong and corrosion resistant. The producing boats using fiber so far only in Europe," said Syed.

He explained that such cooperation is also used as the transfer of technology between Bangladesh and Indonesia in the field of shipping, that the company staff involved six ships of Bangladesh in the shipbuilding process.

"We also have seen a company profile, and believe that the company will be the best in the world," said Syed.

Meanwhile, Lizza Lundin, Director of PT Lundin Industry Invest, say, ordering 18 patrol boats of Bangladesh is valued at USD 75 billion. Process of ships is done by parallel systems until all orders will be completed within one year, as targeted.

"This is our new product that we originally Include in maritime exhibition in Jakarta. Apparently, his speech was very good, and Bangladesh became the first foreign country that ordered the ship of this type," says Lizza.

Meanwhile, 18 vessels were ordered by the Navy Bangladesh is a type of X12 High Speed ​​Patrol Boat monohold (single hull), with an overall length of 11.70 meters specs, bow length 9.60 meters long, 3.54 meters beam, the hull is submerged in water of 0.84 meters, a maximum speed of 35 knots, fuel capacity of 2 x 675 liters, and has two main engines.

"Before being sent to Bangladesh, will these ships going through the test tanks in Indonesia, Australia, and New Zealand," says Lizza.

He explains, it has been a lot of fulfilling orders ship from various countries, such as America, Russia, Australia, Malaysia, Brunei, Thailand, Sweden, Hong Kong, and the Middle East.

  ★
defencebd  

Oknum Polri jual amunisi ke OPM, pengkhianat

Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Al Habsy menyatakan, oknum anggota Kepolisian RI yang menjual amunisi kepada pemberontak di Papua adalah penghianat negara.

"Apa yang dilakukan salah satu oknum anggota Polsek Nduga tidak dapat ditolelir. Karena amunisi yang dijual dan digunakan kelompok pemberontak untuk menyerang anggota TNI dan Polisi," kata Aboebakar di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu.

Menurutnya, yang dilakukan oleh oknum tersebut sama saja dengan memfasilitasi kelompok sparatis untuk memberontak, bahkan membunuh rekannya sendiri.

"Kasus ini harus menjadi bahan evaluasi untuk Polda Papua dan Mabes Polri. "Pengamanan amunisi dan persenjataan harus diperketat dan pengawasannya harus ditingkatkan untuk menghindari kejadian yang serupa," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Seorang anggota Polri, yakni Briptu TJ, juga terindikasi kuat menjual amunisi kepada kelompok pendukung OPM itu.

"Dalam waktu dekat, (Briptu TJ) akan disidang kode etik dan diusulkan untuk dipecat dari kepolisian," ucap Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende.
Pecat prajurit jika terbukti jual amunisi Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan menyerukan jika ada prajurit yang terbukti menjual amunisi kepada kelompok separatis bersenjata di wilayah pegunungan Papua, pihaknya tidak segan-segan untuk memecatnya.

"Tidak ada alasan bagi saya, saya selalu mengatakan bahwa visi saya itu yang ke dalam yaitu terutama pembinaan displin. Saya sudah mengatakan sistim metode amputasi, saya putus (pecat) dia," kata Fransen di Jayapura, Papua, Rabu.

Mantan Danrem Biak itu menegaskan bahwa lebih baik memecat prajurit yang merusak citra Kodam dan institusi TNI daripada melindungi dan membiarkan hal itu terjadi.

"Mau perwira, bintara maupun tamtama saya buang. Dan saya pun tegas pecat," katanya.

Untuk itu, Fransen telah memerintahkan kepada Danrem 172/PWY untuk mengecek apakah itu betul prajuritnya.

"Saya sudah perintah Danrem 172, Pak Tri untuk cek, apakah itu personelnya. Termasuk telah meminta Danpom untuk mengusut hal ini," katanya.

Mengenai dari mana amunisi itu berasal sehingga bisa dijual kepada kelompok tertentu, Fransen mengatakan jika hal itu termasuk dalam penelusuran yang harus diungkap.

"Ini amunisi masih ditelusuri. Saya sudah perintahkan ke As Intel dan Danpom supaya segera ditelusuri, terutama amunisi yang tahun-tahun yang dulu atau yang lama. Apakah ada rekayasa dan memang ada kelemahan. Atau pada saat latihan menembak, dipakai peluang itu?," katanya.

Seperti diberitakan sehari sebelumnya, Mayjen Fransen mengakui jika ada tiga oknum prajurit TNI terindikasi menjual amunisi kepada kelompok sipil bersenjata (KSB) yang beraksi di kawasan pegunungan Papua.

Ketiga prajurit itu, seorang di antaranya telah memasuki usia pensiun, dan dua orang lainnya masih dinas aktif.

Ketiganya masih tinggal di asram Kodim Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

  ★
Antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...