Kamis, 28 Juli 2016

Kopassus Masih Yang Terhebat

Ungkap Komandan Pasukan Elite Australia http://www.hetanews.com/images/20160728125805-komandan-pasukan-elite-australia-kopassus-masih-terhebat-di-dunia.jpgLatihan Bersama Kopassus dan SASR. [©2016 handout/Pen Kopassus]

Kemampuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) sebagai salah satu satuan elite di TNI Angkatan Darat masih mendapatkan pengakuan dari dunia internasional. Pengakuan itu keluar dari mulut Komandan Operasi Khusus Australia (Socaust) Mayor Jenderal Jeff Sengelman usai menghadiri Latihan Bersama Dawn Komodo antara Kopassus dan Special Air Service Regiment (SASR) Australia.

Di sela-sela latihan tersebut, Jeff menyempatkan diri untuk berjumpa secara langsung dengan Komandan Jenderal Kopassus, Mayjen TNI M Herindra di Pusdiklat Passus, Batujajar. Kekaguman Jeff terpancar saat melihat demonstrasi keterampilan yang ditunjukkan oleh prajurit Sat-81 Kopassus.

"Dari demonstrasi yang dilihat tadi yang dipertunjukan oleh prajurit Kopassus, saya yakin motto, skill, dan keterampilan prajurit Kopassus masih yang terhebat di dunia," kata Mayjen Jeff Sengelman, demikian siaran pers yang diterima merdeka.com dari Penerangan Kopassus, Kamis (28/7).

Jeff mengatakan kunjungan tersebut merupakan kehormatan baginya, karena hubungan Kopassus dan SOCOMD sudah berjalan hampir selama 25 tahun. Hubungan antara Kopassus dengan SOCOMD didasarkan atas kepercayaan, persahabatan dan pemahaman.

Danjen Kopassus Mayjen Herindra menjelaskan latihan bersama merupakan kesempatan untuk saling tukar pengalaman antara Kopassus dengan Special Operations Command (SOCOMD) Australia. Apalagi, Australia memiliki pengalaman langsung saat diterjunkan ke Afghanistan dan negara-negara lain, utamanya dalam penanggulangan terorisme.

"Kita tahu bahwa The Special Operations Command Australia punya pengalaman yang sangat baik terutama bagaimana mereka melakukan operasi penanggulangan terorisme di Afghanistan," papar Herindra.

Latma Dawn Komodo ini diselenggarakan di Jakarta dan Bandung selama dua minggu sejak 18 Juli lalu dan berakhir hari ini. Latihan ini melibatkan 50 personel dari pasukan khusus kedua Angkatan Darat.

Sebelumnya, Kopassus juga pernah mengirimkan 30 prajurit pada Maret 2016 lalu yang dipimpin Komandan Batalyon 812 Sat-81 Kopassus Mayor Inf Viliala Romadhon, untuk melaksanakan Latihan Bersama dengan Special Air Service Regiment (SASR) dalam kegiatan yang sama dengan sandi Latma Dawn Kookabura di Perth, Australia.

 ♖ merdeka  

Yontaifib-1 Mar Dalam Latihan Puspenerbal Terpadu

http://www.marinir.tnial.mil.id/foto_berita/63yontaifibmarlatihanpuspenerbal.jpgDalam rangka latihan fungsi Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir TA. 2016, prajurit Yontaifib-1 Mar ikut andil di dalam latihan Puspenerbal Terpadu TA. 2016 yang diselenggarakan oleh Wing Udara 1 Puspenerbal di Pantai Tengket, Kecamatan Sepulu, Bangkalan, Madura. Jumat (22/07/2016).

Latihan diawali dengan simulasi pembebasan sandera diatas kapal Tug Boat dan para sandera berhasil dibawa lari oleh musuh menuju ke pantai Tengket. Dua tim taifib dengan menggunakan perahu karet diluncurkan dari KRI Surabaya 591 untuk melakukan penyelidikan ke daerah sasaran musuh. Setelah mengetahui posisi keberadaan para sandera kemudian tim Taifib memberikan koordinat posisi musuh kepada tim Fastrope utk melakukan penyerangan ke sasaran dengan menggunakan Heli Bell Ron 400 Wing Udara 1 Surabaya.

Maksud dari latihan ini untuk menguji kesiapan dari unsur-unsur udara Puspenerbal guna mendukung prajurit Pasmar-1 dalam menghadapi penugasan yang akan datang tanpa mengesampingkan faktor keamanan (zero accident).

Pasiops Yontaifib-1 Mar Mayor Marinir Muhammad Abdilah mengatakan "dengan adanya latihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan naluri tempur tentang taktik-taktik khusus yang dimiliki oleh prajurit Intai Amfibi''.

Latihan kali ini mengambil tema "Dengan semangat dan kegembiraan dalam berlatih kita tingkatkan profesionalisme prajurit Intai Amfibi sebagai pasukan khusus yang mampu mengatasi setiap ancaman di masa yang akan datang.

 ♖ marinir  

Latihan Hanud Cakra D-16 Resmi Dibuka

http://4.bp.blogspot.com/-YmlBRwN_lHA/VfiX9_Zx0BI/AAAAAAAAHoc/U9heYFDERMw/s1600/11918926_471753012998525_1272835404896750984_pr1v4t33r.jpgIlustrasi latihan Oerlikon Skyshield Paskhas TNI AU [TNI AU]

Kepala Staf Kohanudnas Marsekal Pertama TNI Supriharsanto selaku Wadirlat mewakili Pangkohanudnas Marsda TNI Abdul Muis secara resmi membuka Latihan Hanud Cakra D TA. 2016 melalui video conference di ruang Yudha Popunas Kohanudnas Jakarta, Rabu (27/7). Pembukaan latihan Cakra D ini dihadiri oleh para asisten dan para pejabat Kohanudnas.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Staf Kohanudnas Marsma TNI Supriharsanto, Pangkohanudnas mengatakan, “Latihan Hanud Cakra D merupakan latihan kesiapsiagaan unsur Hanud TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional. Latihan ini dilaksanakan untuk melatih kerjasama unsur radar dalam rangka operasi hanud dan teknik intersepsi sasaran sampai dengan tindakan yang harus diambil terhadap sasaran tersebut”, tegasnya.

Latihan Cakra D ini dilaksanakan dengan tujuan menguji tingkat kesiapsiagaan operasional Kosekhanudnas IV dan jajarannya melalui uji aplikasi piranti lunak, agar memiliki kemampuan dan keterampilan yang handal dalam melaksanakan tugas operasional pertahanan udara secara berhasil dan berdaya guna dalam rangka terwujudnya kesiapsiagaan operasional satuan jajaran Kosekhanudnas IV yang tinggi.

Unsur yang terlibat pada Latihan Cakra D antara lain : Popunas, Posekhanudnas I, Pangkalan Udara Manuhua Biak, Jayapura, satu flight Pesawat Tempur Sergap SU-27/30 Skadron Udara 11 Hnd, pesawat Boeing 737 Skadud 5, Heli SAR, Denhanud 472 Wing 2 Paskhas Makasar, Satrad 242 Tanjung Warari Biak, Satrad 243 Timika, Satrad 244 Merauke dan Satrad 245 Saumlaki.

 ♖ Kohanudnas  

Ribuan Personel Gabungan Diterjunkan Untuk Amankan KTT WIEF 2016

http://www.tniad.mil.id/wp-content/uploads/2016/07/27-Juli-2016-O.jpgKodam Jaya siap dukung pengamanan penyelenggaraan Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa World Islamic Economic Forum (WIEF) yang ke 12. Perhelatan akbar ini digelar untuk kedua kalinya di Indonesia tepatnya di Jakarta pada tanggal 2-4 Agustus 2016 dan rencananya akan diikuti oleh 2.500 delegasi dan 60 tokoh penting dari 100 an negara di seluruh dunia.

Menyambut KTT WIEF ke 12 tersebut, jajaran Kodam Jaya dengan serius mempersiapkan pengamanan terhadap Kepala Negara/setingkat yang hadir dalam konfrensi tersebut.

Terkait perhelatan tersebut, Kodam Jaya bertindak sebagai Satgas Pamwil 1 yang dipimpin oleh Kasdam Jaya Brigjen TNI Ibnu Triwidodo akan melaksanakan pengamanan dengan menerjunkan lebih dari 2000 Personel. Dalam kegiatan ini Kodam Jaya juga diperkuat dari unsur Kostrad, Marinir dan Paskhas.

Sedangkan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana, ditunjuk oleh Panglima TNI bertindak sebagai Pangkoopspam (Panglima Komando Operasi Pengamanan) yang akan mengendalikan personel Gabungan lebih dari 10.000 pasukan dari TNI AD, TNI AL, TNI AU maupun Polri.

Pengamanan mulai dilakukan dari beberapa hari sebelum kegiatan dimulai dilanjutkan ketika para peserta tiba di bandara, lalu perjalanan menuju hotel hingga sampai ke tempat diberlangsungkannya acara,” jelas Kasdam Jaya selaku Dansatgaspamwil-1.

Kasdam Jaya berharap warga Indonesia, khususnya di Ibukota Jakarta dapat mendukung kegiatan ini. Karena suksesnya acara ini merupakan salah satu tolak ukur bagi Indonesia di mata dunia Internasional.

Adapun Fokus pembahasan pada WIEF ke-12, sebagaimana dalam forum-forum sebelumnya, adalah terus berusaha mempromosikan bisnis dan kerja sama ekonomi sebagai dasar untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dunia. Beberapa isu pokok yang akan dibahas pada WIEF ke-12 ini adalah penerbitan sukuk untuk pembiayaan infrastruktur, pengintegrasian produk halal dan keuangan syariah, pengembangan industri makanan halal secara global, pengembangan industri fashion islami secara global, peningkatan akses pendanaan bagi UMKM, pengintegrasian UMKM ke dalam dunia digital economy, pengembangan crowd funding platform, percepatan inovasi dengan menghubungkan startups dengan perusahaan besar, dan penanaman budaya desain pemikiran (design-thinking) untuk bisnis.

Setiap aspek telah dipersiapkan secara detail, baik Personel, Alutsista serta koordinasi antar satuan pendukung pengamanan hingga segala gangguan telah diperkirakan cara mengatasi dan penanganannya. Disamping itu juga Kasdam Jaya menghimbau agar masyarakat Ibukota yang melakukan aktivitas disekitar wilayah pelaksanaan, jangan khawatir dikarenakan pengamanan dilaksanakan secara humanis dan telah terstruktur dengan baik.

 ♖ TNI AD  

Mabes TNI-Polri Kirim Tim Investigasi ke Poso

Ada Anggota TNI Tewas http://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/satgas-operasi-tinombala-_160723085814-323.jpgSatgas operasi Tinombala)

Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi mengatakan, Mabes TNI-Polri akan mengirim tim investigasi untuk mendalami kasus tewas Serda Muhammad Ilman dalam Operasi Tinombala di Poso, Rabu. Anggota TNI itu tewas dalam insiden saling serang karena salah paham.

"Tunggu saja hasil investigasi Mabes Polri dan Mabes TNI," katanya kepada wartawan di Poso, Rabu (27/7), malam.

Ketika dikonfirmasikan informasi yang beredar di media bahwa anggota TNI tersebut tertembak oleh anggota Brimob Polri, Rudy hanya mengatakan anggota tim Intelijen Korem 132/Tadulako itu gugur karena tertembak. Ia juga mengakui bahwa ada kesalahan teknis dan kurang koordinasi di lapangan dalam operasi yang berlangsung di Desa Towu, Kecamatan Poso Pesisir Utara, sekitar pukul 12.30 Wita itu.

"Kita tunggu hasil investigasi saja," katanya. Rudy juga belum bisa memberikan komentar soal informasi penimbunan senjata di sekitar lokasi kejadian yang menyebabkan anggota tim Intel TNI turun.

Serda Muhammad Ilman, anggota Tim Intel Korem 132/Tadulako gugur setelah tertembak dalam Operasi Tinombala di Desa Towu, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, sekitar pukul 12.30 Wita. Setelah menjalani pemeriksaan di RSU Poso selama sekitar empat jam, jenazah Muhammad Ilman dievakuasi ke Palu pada pukul 17.30 Wita.

Mobil ambulans yang membawa peti jenazah yang ditutup bendera merah-putih itu memasuki Markas Yonif 711/Raksatama sekitar pukul 22.30 Wita. Menurut rencana, jenazah almarhum akan diterbangkan ke Makassar pada Kamis (28/7) pagi, untuk dikebumikan di daerah kelahirannya di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

 ♖ republika  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...